Wadas Gantung merupakan sebuah nama salah satu pos pendakian di Gunung Slamet via Gunung Malang. Basecamp-nya sendiri berlokasi di Dusun Gunung Malang, Desa Serang, Purbalingga (Google Maps) dan dikelola oleh Gunung Malang Pecinta Alam (GUMAPALA) dan juga Purbalingga Reaksi Cepat (PRC).

Sebenarnya, saya sudah beberapa kali bermain ke Wadas Gantung ini. Lokasi berkemahnya sangat cocok sekali untuk sekadar melepas penat dan menikmati sunrise di pagi hari. Ketinggiannya sendiri sekitar 1768 mdpl dengan waktu perjalanan sekitar 1 jam 30 menit dan merupakan camp sunrise tertinggi di Kabupaten Purbalingga. Selain itu, jika anda beruntung, anda dapat menikmati indahnya ilalang yang sangat instagramable.

Padang ilalang Wadas Gantung (sumber: )

Awal Perjalanan

Sebelumnya saya ceritakan, pada awalnya saya belum ada niatan untuk pergi ke Wadas Gantung ini. Namun saat perjalanan pulang dari Purwokerto – Purbalingga pada hari Jum’at, 2 Maret 2018 pukul 01.30 WIB, saya merasa cuaca sangat cerah sekali dan Gunung Slamet juga terlihat sangat jelas di sisi utara. Langsung saja saya berniat untuk pergi ke Wadas Gantung untuk menikmati sunrise. Sesampainya di-kosan saya langsung bersiap-siap dan berkemas dengan membawa berbagai perlengkapan yang diperlukan.

Menuju Basecamp

Setelah semuanya siap, pada pukul 02.00 WIB saya langsung bergegas menuju ke basecamp Gunung Malang dengan hanya ditemani sepeda motor kesayangan saya. Jalanan pagi hari yang masih sangat sepi, ditambah lagi lampu lalu lintas yang berkedip kuning, membuat saya tancap gas poll untuk menuju ke lokasi. Selama perjalanan saya juga berpikiran, bagaimana jika basecamp-nya sepi dan ga ada orang yang njaga? Ada yang lagi naik juga ga ya? Tapi karena tekad saya sudah bulat, saya tetap gas poll terus.

Sekitar pukul 03.00 WIB, saya sampai di basecamp. Dan ternyata hampir sesuai dengan apa yang saya pikirkan, orang yang berjaga di basecamp sedang tidur semua dan pintu juga terkunci. Waduh bingung kan akhirnya! Mau ga izin, ntar pas turun ke basecamp dimarahin, tapi orangnya lagi pada tidur semua, ga enak ngebangunin. Ditambah lagi ada himbauan “Dilarang Mendaki Tanpa Izin!“, tambah bingung deh akhirnya. Ya sudah, dengan terpaksa saya menunggu.

Dan alhamdulillah pada sekitar pukul 03.20 WIB ada salah satu orang yang bangun. Langsung saja saya hampiri untuk mengurus simaksi. Biaya yang diperlukan adalah Rp 15.000 dengan rincian:

Basecamp – Wadas Gantung

Setelah selesai mengurus simaksi, saya pun langsung pamit untuk naik ke Wadas Gantung. Dari pihak basecamp mengingatkan bahwa di atas sedang tidak ada siapapun karena memang sedang tidak ada yang mendaki. Namun karena saya sudah pernah melalui jalur ini, saya tidak khawatir dengan hal tersebut. Tapi perlu diingat jika ingin mendaki Gunung Slamet, tidak diperkenankan mendaki sendirian!

Jalur pendakian Wadas Gantung (sumber: )

Perjalanan dari basecamp menuju pos 1 Wadas Gantung saya mulai sekitar pukul 03.30 WIB, diawali dengan jalan beraspal dari basecamp sampai ke bak penampungan air. Dari bak penampungan air, kita akan melalui perkebunan warga hingga menuju ke batas hutan. Selama perjalanan menuju ke batas hutan, saya ditemani dengan cahaya rembulan yang menerangi jalan saya. Cuaca memang sangat cerah sekali waktu itu.

Setelah mulai masuk ke batas hutan, cahaya rembulan hanya mampu menemani saya sesekali karena rimbunnya hutan disana. Namun setelah melewati rimbunnya hutan, saya langsung dapat melihat hijaunya ilalang yang bergoyang berpadu dengan putihnya cahaya rembulan dari atas. Namun karena keterbatasan kemampuan kamera yang saya miliki, jadi saya tidak dapat mengabadikan suasana tersebut.

Sekitar 1 jam 30 menit sudah saya lewati, dan akhirnya saya sampai di pos 1 Wadas Gantung pada pukul 05.00 WIB. Sesampainya disana, saya langsung menggelar matras yang saya bawa dan mengeluarkan perlengkapan yang saya miliki. Sembari memasak air untuk membuat secangkir kopi, tak lupa saya juga menunaikan ibadah shalat Subuh disana. Kemudian saya mulai menyiapkan tripod dan kamera saya untuk me-record terbitnya mentari pagi kala itu. Selama saya merekam video, beberapa kali tikus kecil muncul dari balik semak-semak dan mendekati saya. Mungkin mereka ingin berkenalan? Atau hanya tertarik dengan makanan yang saya bawa?

Waktu menunjukkan pukul 05.30 WIB dan sudah waktunya bagi Sang Mentari untuk mulai menunjukkan dirinya.

Mentari mulai terlihat dibalik awan (dok. pribadi)
Berfoto dengan Sang Surya (dok. pribadi)
Berfoto dengan Sang Surya (dok. pribadi)
Perlahan sinarnya mulai terlihat (dok. pribadi)

Perjalanan Turun

Setelah puas berswafoto di Wadas Gantung serta menikmati secangkir kopi dan beberapa cemilan, saya memutuskan untuk berkemas dan turun ke basecamp. Dibandingkan ketika naik, perjalanan turun tentu saja lebih cepat daripada perjalanan naik. Hal tersebut karena perjalanan turun umumnya didominasi dengan jalur yang menurun, sehingga tidak banyak menguras stamina. Sekitar pukul 07.00 WIB lebih saya turun dari atas, dan sampai di basecamp sekitar pukul 08.00 WIB. Sesampainya di basecamp saya langsung menemui yang berjaga dan disuguhi dengan air hangat. Setelah habis, saya pun langsung izin pamit untuk pulang.